Navigation

Links-Jurnal

Pendahuluan

Tanaman jahe merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di Indonesia jahe dikenal sebagai tanaman multiguna seperti rempah, bumbu masak, pemberi aroma dan juga sebagai bahan baku obat-obatan, minyak wangi dan jamu tradisional. Pemasalahan budidaya tanaman jahe adalah kerterbatasan lahan yang digunakan untuk membudidayakan tanaman jahe karena kualitas dan kuantitas lahan menurun dengan peningkatan tekanan oleh manusia. Membudidayakan tanaman jahe di bawah tegakan karet melalui sistem agroforestri berpotensi dikembangkan karena jahe merupakan jenis tanaman yang toleran terhadap naungan 50%.Unsur hara N dan P merupakan unsur hara esensial tanaman, kedua unsur tanaman ini sangat menentukan kualitas dan kuantitas tanaman. Penambahan unsur N berupa pemupukan diperlukan tanaman jahe untuk memacu pertumbuhan vegetatifnya, selain itu juga dapat berpengaruh pada mutu, produksi dan ukuran rimpang yang dihasilkan. Unsur P dapat mempengaruhi pertumbuhan produksi tanaman, merangsang perakaran tanaman, berat bahan kering, bobot biji, dan mempercepat masa kematangan. Efisiensi P merupakan persentase akumulasi hara P yang terserap atau termanfaatkan oleh tanaman dari jumlah pupuk P yang diberikan ke dalam tanah. Pengukuran efisiensi P pada tanaman jahe perlu dilakukan agar dapat diketahui jumlah P yang termanfaatkan oleh tanaman dari jumlah pupuk yang diberikan, sehingga pemberian pupuk dapat dikendalikan dan menjadi lebih efisien sehingga memberikan manfaat yang besar terhadap peningkatan hasil produksi dan beresiko sekecil mungkin terhadap kemorosotan sumber daya alam maupun pencemaran lingkungan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan efisiensi serapan P tanaman jahe di bawah tegakan karet yang diberi pupuk N dan P, (2) menentukan keterkaitan antara efisiensi serapan p tanaman terhadap hasil jahe dalam sistem agroforestri karet.

Disain

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2004 sampai Maret 2005 di lokasi PTPN VII Desa Padang Pelawi Km.19 Kec. Sukaraja Kab. Seluma, Bengkulu Selatan. Lahan yang terpilih harus memenuhi tingkat naungan sebesar 50%. Lahan diolah dan dibuat bedengan dengan ukuran 3,0 m x 1,5 m diantara tegakan karet yang mempunyai jarak tanam 3,0 m x 6,0 m. Jarak antar petak 50 cm dan jarak antar ulangan 3 m. Jenis jahe yang digunakan adalah jahe merah. Desain percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Perlakuan dosis pupuk N ditempatkan sebagai faktor pertama terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 3.375, 6.75, 10.125 g tanaman-1. Sedangkan Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri 3 taraf yaitu : 0, 9, 18 g tanaman-1. Dari kedua faktor tersebut didapatkan 12 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali sehingga secara keseluruhan diperoleh 36 unit, setiap unit terdapat 18 tanaman.

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi serapan P yang tercapai 3,07% pada dosis optimal 10,5 g tanaman-1. Terdapat hubungan positif antara efisiensi serapan P dan produksi rimpang, Peningkatan 1% efisiensi serapan P akan diikuti oleh bertambahnya produksi rimpang rata-rata sebesar 1,4082 g tanaman-1.