Navigation

Links-Jurnal

Pendahuluan

Salah satu tahapan dalam penelitian dalam budidaya tanaman jahe adalah penggunaan pupuk kandang dan pemotongan rimpnag induk jahe. Kemampuan tanaman jahe untuk berakar dan bertunas sangat rendah. Oleh karena itu penambahan pupuk kandang dan pemotongan rimpang induk pada tanaman jahe diperlukan untuk mendukung tanaman dalam menghasilkan rimpang yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu pemotongan rimpang induk dan dosas pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil jahe gajah panen muda

Disain

Penelitian ini dilakukan pad bulan Mei 2004 sampai dengan bulan Oktober 2004 di rumah kawat Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah waktu pemotongan ripang induk (t) terdiri dari 4 taraf yaitu, tanpa pemotongan, pemotngan 1 minggu setelah tanam, pemotongan 3 minggu setelah tanam, dan pemotongan 3 minggu setelah tanam. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kotoran sapi (p) terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang, 30 ton pupuk kandang/ha, 60 ton pupuk kandang/ha, dan 90 ton pupuk kandang/ha. Dari kedua factor tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 48 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 unit polibag sehingga terdapat 96 polibag tanaman.

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang dan pemotongan rimpang induk jake secara mandiri sangat mendukung dalam meningkatkan hasil jahe. Secara umum tanpa pemotongan rimpang dan pemotongan rimpang 1 minggu setelah tanaman menghasilkan tanaman bagian atas (48,41 g dan 49,07 g). bobot kering bagian atas (6,23 g dan 7,99 g), bobot basah akar (12,39 g dan 16,72 g), bobot kering akar (1,19 g dan 1,31 g), bobot basah rimpang (47,89 g dan 51,58 g), bobot kering rimpang (3,66 g dan 3,89 g) yang lebih berat. Perlakuan dosis pupuk kandang 90 ton/ha mempunyai tanaman lebih tinggi (50,55 cm), jumlah daun lebih banyak (57,91 helai), bobot basah bagian atas (59,88 g), bobot basah akar (15,54 g), bobot kering akar (1,36 g), bobot basah rimpang (66,93 g) dan bobot kering rimpang (4,77 g) yang lebih berat.