Pendahuluan
Beras merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Salah satu masalah yang dihadapi dalam budidaya padi sawah adalah gulma. Pengendalian gulma di pertanaman padi sawah dengan penyiangan manual membutuhkan waktu yang relatif lama, dan dengan upah buruh tani semakin mahal mendorong petani menggunakan herbisida sintetis. Penggunaan herbisida sintetis dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, serta penggunaan yang terus menerus dapat menyebabkan resistensi pada gulma. Oleh karena itu, perlu digali penggunaan herbisida alami seperti penggunaaan kulit buah jengkol pada pertanaman padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh waktu aplikasi kulit buah jengkol terhadap pertumbuhan gulma, juga terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Selain itu, juga untuk membandingkan efektivitas perlakuan aplikasi kulit buah jengkol dengan perlakuan penyiangan.
Disain
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2003 sampai Februari 2004, bertempat di Desa Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal, dengan paket perlakuan adalah penyiangan pada 21 dan 42 hari setelah tanam, aplikasi kulit buah jengkol pada 10 hari sebelum tanam, aplikasi kulit buah jengkol pada 5 hari sebelum tanam, aplikasi kulit buah jengkol pada saat tanam, aplikasi kulit buah jengkol pada 5 hari setelah tanam, aplikasi kulit buah jengkol pada 10 hari setelah tanam, dan aplikasi kulit buah jengkol pada 15 hari setelah tanam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 21 petak percobaan dengan ukuran petak 3 m x 3 m.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kulit buah jengkol tidak dapat menekan pertumbuhan gulma pada saat panen padi sawah kultivar IR-64 (13 mst), namun efeknya masih setara dengan penyiangan pada saat fase pertumbuhan padi sawah (6 dan 9 mst). Aplikasi kulit buah jengkol tidak dapat meningkatkan hasil padi sawah kultivar IR-64, walaupun terdapat peningkatan pada pertumbuhan padi sawah. Perlakuan aplikasi kulit buah jengkol memiliki tinggi tanaman 96,82 cm ; jumlah anakan maksimum 23,1 batang ; jumlah daun 93,45 helai ; indek luas daun 2,75 ; berat kering tanaman 41,45 g ; dan panjang malai 24,28 cm. Pertumbuhan padi sawah tertinggi pada perlakuan aplikasi kulit buah jengkol pada 15 hari setelah tanam. Pertumbuhan gulma terendah pada perlakuan penyiangan, dengan berat kering gulma total sebesar 15,31 g/0,50m2. Aplikasi kulit buah jengkol setelah tanam (5, 10 dan 15 hst) memberikan respon lebih baik daripada aplikasi kulit buah jengkol saat tanam dan sebelum tanam, dalam menekan pertumbuhan gulma (berat kering gulma) pada padi sawah. Sedangkan aplikasi kulit buah jengkol saat tanam lebih baik daripada aplikasi kulit buah jengkol sebelum tanam. Pengaplikasian kulit buah jengkol dapat menggantikan penyiangan secara manual di pertanaman padi sawah. Penggunaan 1 kg/m2 kulit buah jengkol yang diaplikasikan pada 5, 10 atau 15 hari setelah tanam dapat lebih menekan pertumbuhan gulma di pertanaman padi sawah.